Wah sudah mau bulan April dan itu tandanya aku mau sharing bacaanku selama sebulan kemarin alias bulan Maret 2022. Simak yuk judul apa saja yang menjadi bacaanku!
Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta - Tere Liye
Karena di bulan Februari kemarin aku baca sajak yang ditulis oleh Tere Liye, akhirnya kuputuskan untuk baca judul yang ini. Kalau di sajak yang sebelumnya itu temanya lebih ke pertemanan atau persahabatan, sementara di sini sesuai dengan judulnya isinya lebih ke hubungan percintaan. Lagi-lagi aku suka dengan kata yang dipakai oleh penulis dan yang makin bikin aku suka lagi adalah ilustrasinya yang mana dibuat oleh salah satu ilustrator favoritku, eMTe. Karenanya untuk judul yang pertama ini aku mau kasih 4 dari 5 bintang.
And Then There Were None - Agatha Christie
Selanjutnya adalah novel misteri lagi karena aku lagi pengen memperbanyak bacaan misteri dan rasanya aku memilih judul yang tepat! And Then There Were None ini bercerita mengenai sepuluh orang yang diundang untuk datang ke sebuah rumah mewah di tengah pulau yang letaknya terpencil untuk "stay-cation" gitu deh. Namun satu per satu dari mereka tewas terbunuh dengan cara yang sama dengan sebuah sajak klasik anak-anak yang mengisahkan sepuluh prajurit yang mati dengan caranya sendiri-sendiri. Tentu saja di sepanjang cerita kita akan menduga siapa pembunuhnya, dan ketika pembunuhnya diungkapkan beserta cara dia melakukannya, itu beneran bikin aku melongo. Segala-galanya sudah aku bahas di blog yang membahas novel ini yang Review Novel And Then There Were None, jadi kamu bisa cek di situ. Dan karena ini mind-blowing banget makanya aku mau kasih rating 4,5 dari 5 bintang.
Kedaulatan Frekuensi - Komisi Penyiaran Indonesia Pusat
Selanjutnya adalah buku non-fiksi dan aku tertarik untuk baca karena dari judulnya sih. Buku ini memang membahas mengenai hal-hal seputar dunia penyiaran dan bagaimana segala sesuatunya terjadi sebelum akhirnya suatu televisi itu menyiarkan hal di sana. Lewat buku ini aku jadi tahu lah ya seluk beluk dunia pertelevisian, kepenyiaran, jurnalisme, dan lain sebagainya. Dan lewat buku ini pula aku jadi tahu mengenai peran KPI yang sesungguhnya itu bagaimana demi mencapai visi dan misi di dunia kepenyiaran, dan juga ternyata ada hukum-hukum yang berlaku loh di dunia penyiaran, yang bikin aku berasa jadi belajar mata pelajaran PPKN sih, hahaha. Sayangnya aku menemukan di sini gaya berceritanya terkesan repetitif yang mana kalau pun nggak dijelaskan kembali aku yakin para pembaca juga paham. Dan juga aku sedikit terganggu dengan quotes yang posisinya itu memotong kalimat yang sedang aku baca gitu loh. Jadi makanya untuk buku ini aku mau kasih 3 dari 5 bintang.
Who Are You? - Jung Wooyul & An Dayeon
Judul selanjutnya ini aku bacanya di Gramedia Digital dan aku sebenarnya agak bingung kalau judul ini masuk ke kategori "novel", bahkan di bagian belakang buku-nya pun yang di atas barcode juga mencantumkan kategori berupa "novel", padahal setelah aku baca ini lebih ke non-fiksi sih. Aku kepincut baca judul ini karena di instagram lumayan banyak orang yang mereviewnya dan juga kasih lihat isinya yang super colorful dan insta-story-able. Kupikir juga awalnya buku ini lebih ke pengembangan diri atau self help, tapi ternyata bukan. Lebih ke "permainan" yang sering kita dengar di internet seputar kepribadian gitu loh. Contohnya misal kalau kamu lebih suka pakai baju berwarna putih tandanya kamu kepribadiannya begini nih, sementara kalau pakai baju warna hitam kepribadianmu begitu. Hal-hal semacam itu lah, yang membuat aku dan juga beberapa orang di Goodreads sedikit kecewa dengan isi buku ini. Padahal melihat bagian pengantar cukup meyakinkan. Dan makanya aku cuma bisa kasih 3 dari 5 bintang.
The Great Catsby - B.K. Baxter
Selanjutnya ini adalah novel dengan genre cozy mystery dan aku buddy read novel ini dengan kak Ariesy. Judulnya lumayan catchy terus ada kucingnya juga jadi bikin penasaran untuk baca. Novel ini bercerita tentang Jade, seorang asisten pustakawan baru di kota yang bernama Beulah, yang dia berinisiatif membentuk klub buku. Namun nggak lama setelah klub buku itu dimulai, salah satu anggotanya ditemukan tewas dan polisi menahan anggota lain yang diduga adalah tersangka. Nah Jade tahu kalau bukan anggota ini yang menjadi pelaku dan dari situ dia memutuskan untuk mencari tahu pelaku sesungguhnya. Premisnya bisa kubilang cukup mirip dengan beberapa novel cozy mystery yang pernah aku baca sebelumnya. Dan aku suka di sini bagaimana twistnya diungkapkan. Akan tetapi motif yang mendasari pembunuhan tersebut menurutku kurang kuat dan terkesan "nggak masuk akal", dan juga bagaimana ambisi tokoh Jade untuk mencari tahu pelakunya yang membuatnya menaruh curiga ke hampir semua tokoh di sini cukup menganggu dan akhirnya bikin intensitas ketegangan dan unsur misterinya menurutku jadi kurang. Ulasan lengkapnya bisa kamu cek di blog Review Novel The Great Catsby. Jadi makanya aku cuma bisa kasih 3,8 dari 5 bintang.
Falcon Quinn and the Black Mirror - Jennifer Finney Boylan
Selanjutnya ini bisa kubilang novel untuk middle grade dengan genre fantasi yang menggabungkan sedikit dunia monster. Novel ini bercerita tentang seorang anak lelaki bernama Falcon yang suatu hari menunggu bus untuk ke sekolah seperti hari lain, namun bus tersebut justru membawanya ke sebuah Akademi Monster. Singkat cerita Falcon pun "menetap" di Akademi tersebut dan menyadari bahwa dirinya tidak mendapat klasifikasi monster manapun. Dan orang-orang mulai curiga bahwa dirinya adalah separuh Monster separuh Pengawal alias mata-mata yang akan menghancurkan kehidupan di Akademi tersebut. Lantas bagaimana Falcon akhirnya mampu menemukan jati dirinya itulah yang akan kita temukan di sini. Di sini aku suka dengan unsur adventure dan juga nilai pertemanannya yang sangat kental dan juga bagaimana suasana dibangun di sini yang dibantu dari deskripsi penulis. Tapi di beberapa bagian agak warning sih soalnya ada beberapa deskripsi yang sedikit menjijikan, terkait ciri-ciri monster di sana. Tapi aku suka dengan novel ini makanya aku mau kasih rating 4,5 dari 5 bintang.
Circus Maximus - Damian Debbien
Novel selanjutnya ini tuh aku pinjem dari pojok literasi sekolah dari bulan Februari tapi baru sempat dibaca bulan ini. Dan aku lumayan suka, karena menghadirkan unsur fantasi petualangan dan juga sejarah. Selain itu novel ini ada unsur time travelnya gitu deh yang bikin kita terbawa ke masa kuno dulu. Novel ini bercerita tentang sebuah agen yang bernama Agen Penjaga Sejarah yang di sini diceritakan sedang melacak keberadaan sosok bernama Agata Zeldt yang diduga akan membuat kehancuran besar-besaran di masanya, yang menyebabkan ketiga anggota di agen tersebut harus pergi ke tahun 27 Masehi. Mungkin karena ini adalah buku kedua ya dari seri History Keepers, jadinya ada beberapa potongan cerita yang kesannya kosong dan janggal pas aku bacanya. Tapi ya masa iya aku harus komplain ya kan, apalagi ini aku pinjem pula. Tapi so far aku bisa menikmati ceritanya dan berencana untuk mencari judul pertama dari seri ini. Untuk novel yang ini aku mau kasih rating 4 dari 5 bintang, dan endingnya cukup heartwarming meskipun akan ada kerusuhan lagi.
Minoel - Ken Terate
Novel selanjutnya adalah novel teenlit yang mana cukup sering direkomenasikan teman-teman. Apalagi mayoritas orang yang sudah baca kasih rating tinggi bahkan 5 sempurna, ya aku kepo dong untuk baca juga. Novel ini bercerita tentang Minoel yang percaya bahwa dalam suatu hubungan kita harus "rela berkorban" atau memberikan segalanya. Minoel merasa pacarnya adalah orang spesial dan langka karena mau menerima segala kekurangannya, jadi dia mulai berpikir bahwa dia harus menerima pacarnya yang semakin lama justru semakin ngelunjak. Dari penjelasanku kalian mungkin udah tahu ya kalau di novel ini memang menceritakan perempuan yang terjebak dalam toxic relationship, jadi aku ingetin dulu ke kalian sebelum baca judul yang ini ya. Dan membaca novel ini juga membuatku tahu dari perspektif bagaimana sih kalau kita terjebak dalam hubungan seperti itu, yang sejujurnya bikin aku kesel sendiri karena si Minoel ini nggak kunjung sadar. Dan juga ada beberapa hal lain selain topik utama yang menurutku kurang nyambung aja gitu. Jadi makanya sayangnya aku cuma bisa kasih 3,8 dari 5 bintang buat novel ini. Review lengkapnya sendiri kamu bisa cek di blog yang Review Novel Minoel.
Spy x Family #1 - Tatsuya Endo
Judul selanjutnya ini adalah komik yang sebenernya aku sudah beli dari awal Februari tapi baru baca di bulan ini, dan aku sedikit nyesel kenapa baru baca. Temen-temen Booktube juga banyak yang rekomendasiin komik ini dan setelah aku baca emang worth the hype sih komik ini. Mungkin beberapa di antara kalian sudah tahu ceritanya kalau ini becerita tentang sebuah keluarga agen mata-mata yang terbentuk secara "nggak biasa" dengan kemampuan yang menakjubkan dari masing-masing anggota keluarganya, yang membentuk satu kesatuan menjadi keluarga yang hangat. Pokoknya aku suka di sini dengan bagaimana proses keluarga ini terbentuk dan segala sesuatu yang terjadi di sini, terutama ketika mereka ini lagi proses memasukkan anaknya alias Anya ke sebuah akademi. Dan nggak ketinggalan hal-hal konyol yang diselipin di sini sukses bikin ketawa ngakak. Dan makanya karena suka banget aku mau kasih rating 5 bintang full buat komik ini.
The Adventures of Zelda: The Pug Tale - Kristen Otte
Buku yang selanjutnya ini tuh sebenernya udah ada planning untuk baca dari tahun lalu tapi gak tau kenapa waktu itu moodnya kayak ilang gitu, dan sekarang akhirnya memutuskan untuk baca judul ini. Dan aku suka dengan cerita yang disuguhkan di buku ini. Jadi ini semacam"diari" yang diambil dari sudut pandang seekor anjing pug. Anjing pug itu kalau di Indonesia apa ya? Mungkin kalau kamu tahu bisa komen di bawah ya. Jadi ya itu tadi yang akan kita dapatkan, kita akan mengikuti hari-hari Zelda ini dan apa yang selalu dia pikirkan ketika majikannya sedang melakukan sesuatu hal. Contohnya aja dia mengira kalau vacum cleaner itu monster yang lagi berusaha menarik tangan majikannya, terus manusia salju yang bisa bergerak kapan aja, dan hal random lainnya yang sukses bikin aku senyum-senyum. Kayaknya ini cocok dibaca anak-anak juga atau kalau kamu lagi kena reading slump. Untuk rating aku mau kasih 4 dari 5 bintang.
March - John Lewis & Andrew Aydin
Judul yang terakhir ini juga komik, dan aku bacanya memang agak di akhir Maret, semacam menyempatkan gitu biar judulnya bisa match dengan bulan ini, hahaha. Ini juga sudah ada di TBR Google Play Books dan waktu itu aku ngiranya komik ini lebih ke sci-fi, tapi setelah aku baca mungkin lebih ke politik gitu sih. Soalnya di sini di bagian awal juga disuguhkannya cerita yang melibatkan urusan politik gitu deh. Dan jujur aku memang kurang paham dengan bagian awal sampai pertengahan. Barulah aku mengerti di bagian akhir kalau judul ini ingin mengangkat tema berupa diskriminasi atau ketidakadilan terhadap ras orang kulit hitam di Amerika gitu deh. Dan lagi, komik ini bisa kubilang semacam sneek peak dari 3 komik yang berjudul serupa di sini. Jadi memang kita akan menemukan ceritanya tuh agak "bolong" di sini. Tapi ya udah lah ya udah gratis jangan banyak komplain. Hahaha. Jadi untuk yang ini aku kasih 3 dari 5 bintang.
Oke itu tadi adalah buku-buku yang sudah kubaca di bulan Maret 2022. Totalnya ada 10 buku. Lumayan sih meskipun nggak sampai kayak bulan Februari yang nyampe belasan buku. Makasih buat yang sudah baca sampai sini dan kita ketemu lagi di blog selanjutnya!











Comments
Post a Comment