Bulan Oktober ini layaknya bulan Oktober tahun lalu, aku banyak membaca novel dengan genre horor, biar keliatan afdal aja gitu ya. Dan aku seneng karena lumayan banyak beberapa novel underrated yang kubaca dan ternyata menarik. Selain itu aku juga membaca beberapa buku non-fiksi! Wah beragam banget ya ternyata.
Jadi kalau kamu penasaran buku-buku apa saja yang sudah aku baca di bulan ini? Langsung saja kita mulai~
The Raven - Edgar Allan PoeMungkin kamu juga sudah nggak asing ya sama nama penulis satu ini. Salah satu penulis cerita horor yang cukup terkenal. Aku pribadi sudah punya ebook dari buku ini di Google Play Books dari tahun lalu dan baru punya kesempatan baca sekarang, padahal isinya puisi. Aku pertamanya ngira kalau ini cerita pendek gitu tapi ternyata aku salah. Membaca puisi di sini aku memang bisa merasakan nuansa dark tapi sayangnya aku kurang paham apa yang terjadi di dalam sini. Bahkan aku mencoba baca sampai dua kali tapi tetep aja nggak paham, jadi ya sudah lah ya, hahaha. Jadi untuk judul yang ini aku cuma bisa kasih 3,5 dari 5 bintang saja.
Alias - Ruwi Meita
Penulis Ruwi Meita juga sepertinya sudah tidak asing ya buat temen-temen, dan ini adalah karya pertama dari Ruwi Meita yang aku baca. Dan aku suka dengan judul yang satu ini. Bercerita tentang Jeruk Marsala, seorang penulis romance terkenal sampai-sampai karyanya sudah ada yang masuk layar kaca. Namun beberapa waktu yang lalu posisi Jeruk sempat terancam dengan adanya penulis baru bernama Rinai yang menulis cerita horor. Seketika pasar menjadi berbelok pada cerita horor yang membuat beberapa perusahaan film mulai memburu Rinai. Sosok Rinai tidak pernah muncul di media massa bahkan tidak diketahui sampai saat ini. Hingga suatu kejanggalan mulai muncul yang membawa korban berjatuhan, yang meniru apa yang ada di dalam buku Rinai. Impresiku novel ini keren, dibalut narasi yang apik dan page turner, serta plot twist yang gila aku nggak nyangka banget. Aku sudah pernah membahas novel ini di. Dan untuk ratingnya aku mau kasih 4 dari 5 bintang.
Bleeding Survivor - Jacob Julian

Waktu pertama kali melihat cover aku sebenarnya nggak berekspektasi apa-apa, malahan aku sedikit menerka-nerka apa maksud dari judul tersebut. Novel ini bercerita tentang Peter Mitt, anak laki-laki kelas 10 SMA yang mendapatkan bullying yang cukup parah dari senior-seniornya. Sekolahnya yang digadang sebagai sekolah elit di kota tempat tinggal Peter justru nggak tahu menahu soal bully ini. Masyarakat luar hanya menganggap bahwa sekolah itu adalah sekolah kelas atas dan siswa-siswa yang keluar dari situ karena alasan tidak tahan dengan bully justru dicap bodoh. Hingga suatu hari Peter membuat perjanjian dengan Jin yang menuntunnya pada kekacauan. Dan setelah membaca sampai selesai barulah aku paham makna dari judul novel ini. Saran aku novel ini dibaca untuk SMP akhir atau SMA ya, meskipun tulisannya novel remaja, karena kamu akan menemukan darah di mana-mana di novel ini. Dan menurutku covernya tampak seperti rumah berhantu yang kayaknya kurang cocok deh, soalnya settingnya di sekolah gitu. Tapi untuk novel ini aku juga kasih 4 dari 5 bintang.
Mob Psycho 100 - One
Selanjutnya yaitu aku baca komik yang sudah lumayan lama aku pengin buat baca. Bercerita tentang Shigeo Kageyama yang kerap disapa Mob, dan dia ini bisa dibilang sebagai cenayang atau di komik ini disebutnya esper. Akan tetapi ternyata kekuatan supernaturalnya itu sering dimanfaatkan orang dan di satu sisi membuat Mob merasa bahwa dirinya berbeda dari yang lain. Selain itu, Mob juga mempunyai batas kemarahan gitu yang mana jika mencapai 100 persen dirinya akan "berbeda". Pesannya menurutku juga cukup dalem ya karena menyelipkan unsur kesehatan mental pada remaja gitu. Akan tetapi aku sepertinya agak kurang nangkep dengan alur cerita secara keseluruhan. Karena di sini tiba-tiba akan menyelipkan hantu-hantuan, action, romance, dan lainnya. Jadi aku agak lost di tengah-tengah membaca komik yang ini. So sorry akhirnya aku cuma bisa kasih 3 dari 5 bintang buat komik ini.
Do: Bakteri yang Selalu Bertanya - Miranda Malonka

Ada kisah singkat sebelum aku memutuskan untuk membaca buku yang satu ini. Berawal dari aku yang gabut di kelas dan coba scrolling Gramedia Digital, akhirnya mengarahkanku untuk membaca judul yang ini. Awalnya aku kira ini non-fiksi tapi setelah kubaca, ini mungkin masuk kategori science-fiction kali ya--tapi nggak fiction-fiction banget. Nahloh. Buku ini berisi perjalanan seekor bakteri bersama Do yang awalnya menceritakan kehidupan koloni-koloninya. Dan seperti judulnya, Do menjadi bakteri yang sering bertanya tugas mereka ini sebenarnya ngapain sih? Dan karena dia adalah bakteri termuda, sering kali dirinya dianggap angin lalu saja. Intinya aku suka dengan bagaimana Do ini mulai menyadari bahwa ada kehidupan di luar sana yang mungkin selama ini nggak pernah disadarinya. Dan kehidupan luas itu pun masih merupakan bagian kecil dari kehidupan luas lainnya. Membaca buku ini selain edukatif juga entertraining sih menurutku. Pesan mengenai tujuan kehidupan juga menurutku oke punya. Jadi fix nggak ada alasan buat aku yang kasih 5 bintang buat buku yang ini.
Filosofi Teras - Henry Manampiring
Melanjutkan dengan buku non-fiksi yang cukup hype beberapa waktu ke belakang dan akhirnya punya kesempatan untuk baca buku yang satu ini. Buat kamu yang bingung ini sebenarnya isinya apa ya? Singkatnya ini adalah buku self help mengenai seni mengatur dan mengolah overthingking dengan menggunakan pendekatan ajaran filsafat Yunani-Romawi kuno, yaitu stoisisme. Tenang aja, nggak ada ajaran-ajaran yang ngarahin kalian ke arah nggak bener selagi membaca buku ini. Penulis dari awal juga sudah aware bahwa stoisisme bukan agama atau patokan, melainkan lebih ke cara atau way of life saja. Jadi itu sudah kembali ke kita masing-masing saja. Aku sudah membahas lengkap banget sampai ke isi tiap bab dari buku ini di blog
Review Buku Filosofi Teras jadi kamu bisa cek di situ saja ya. Untuk penilaiannya aku mau kasih 4,5 dari 5 bintang.
Meditations - Marcus Aurelius
Setelah aku membaca Filosofi Teras, aku membaca buku pelopornya nih dari filosofi stoisisme yang cukup terkenal ini. Buku ini aku nemu di Google Play Book seharga Rp 4.000 aja loh! Jadi waktu itu langsung aku beli dan baca. Buku ini berisi catatan-catatan Marcus Aurelius yang dibagi menjadi 12 bagian, yang di sini sih nyebutnya buku 1 hingga buku 12. Aku pribadi suka dengan isi buku ini yang di beberapa bagian cukup ngena dan deep, dan juga cukup mindblowing. Meskipun banyak juga sih yang aku agak hah heh hoh gitu waktu bacanya, hahaha. Yang masih aku ingat sampai sekarang dari buku ini adalah tentang bagaimana hidup ibaratnya kita yang sedang menjadi aktor di panggung teater, dan selesai dengan membawa pencapaian seiring turunnya kita dari panggung. Untuk buku yang ini aku mau kasih 4 dari 5 bintang. Versi terjemahannya bisa kamu baca yang diterbitkan sama Noura Books.
Detektif Conan Movie: Crossroad of the Ancient Capital - Gosho Aoyama

Percaya nggak percaya, ini pertama kalinya aku baca detektif Conan, dan kebetulan banget nemu komik ini di perpustakaan sekolah jadi aku langsung cus pinjam dan baca. Untuk judul yang aku baca ini terbagi menjadi dua yaitu first dan last, dan yang kubaca ini yang first. Entah kenapa di judul yang ini tuh aku tetap disuguhkan dengan sejarahnya Conan itu bagaimana bahkan ada latar belakang yang membuat Conan ini menjadi menciut. Kalau ngomongin kasus, di komik ini menyangkut hilangnya patung di sebuah kuil yang terkunci dan juga misteri kematian seorang petinggi gitu deh, yang diduga menjadi kelakuan semacam buronan yang sekarang lagi dicari-cari. Aku nggak tahu kelanjutannya gimana karena komik ini dicut di bagian yang cukup menegangkan. Dan aku sebenarnya agak merasa aneh kenapa komik ini alurnya lambat banget, dan waktu aku tanya ke teman aku emang Conan tuh lama banget alurnya. Tapi tetap, aku mau kasih 4,5 dari 5 bintang buat komik yang cukup memikat ini!
Ten Hours to Live - Pete Johnson
Ketika pertama kali ngelihat novel ini aku kira awalnya novel thriller, plus kalimat pertama di novel ini cukup meyakinkan dan bikin penasaran gitu. Tapi setelah kubaca ternyata ini adalah novel romance. Singkatnya novel ini bercerita tentang Ben yang bergabung dalam sebuah klub teater, hingga suatu hari dia mengunjungi rumah sahabatnya dan menemukan adiknya yang bernama Sophie menyambutnya. Dari situ Ben mulai sering bercakap dengan Sophie dan menaruh hati padanya, hingga terciptalah hubungan itu. Namun karena satu kesalahan, Ben merasa bahwa dirinya menjadi bodoh karena Sophie mulai meninggalkannya. Plotnya cukup klise dan sering kita temui di novel-novel romance ya. Aku pribadi merasa biasa saja sih dengan novel ini, tapi aku rekomendasikan buat kamu kalau lagi pengen baca buku berbahasa Inggris. Tapi sayangnya aku sampai sekarang kurang ngerti kenapa novel ini diberi judul Ten Hours to Live. Dan aku cuma bisa kasih 3 dari 5 bintang buat novel ini.
Dijamin Bukan Mimpi - Musmarwan Abdullah
Judul terakhir yang aku baca yaitu kumpulan cerita, dan aku baru pertama kalinya beli dan baca kumpulan cerita, dan ternyata aku suka pakai banget. Aku sebenarnya bukan tipikal suka baca kumcer sih tapi kumcer yang satu ini boleh banget untuk dicobain. Di sini bakalan dibagi menjadi empat bagian dengan topik yang berbeda-beda namun masih ada satu benang merah yang sama nih, yang seolah-olah nyatuin kesemua bagian itu. Tagline buku yaitu kumpulan cerita satiris & inspiratif memang bukan sembarangan nulis di situ, karena penulis benar-benar bermain dengan kata-kata dan pikiran pembaca sehingga membuat cerita yang sering bikin kita melongo di beberapa bagiannya. Lewat kumcer ini pula aku bisa belajar beberapa budaya Aceh. Aku benar-benar give applause buat penulisnya karena mampu menuturkan sindiran secara apik di sini. Dan aku mau kasih 5 bintang buat kumcer ini.
Nah itu tadi adalah bacaanku di bulan Oktober 2022. Totalnya ada 10 judul dan cukup bervariatif juga. Kamu sendiri sudah baca berapa buku di bulan ini? Bisa share di kolom komentar ya! Aku akhiri dulu blognya sampai sini dan kita ketemu lagi di blog selanjutnya, dadah!
Comments
Post a Comment