Setengah tahun 2022 sudah kita lalui! Cepet amat ya? Nah di bulan keenam dari tahun ini aku lumayan membaca banyak buku, mengingat di bulan Mei aku bacanya nggak sebanyak bulan lainnya karena sempet hectic di bulan tersebut. Makanya di bulan Juni kemarin aku cukup kalap membaca namun aku senang karena kegiatan membacaku juga cukup produktif kembali.
Penasaran judul apa saja yang sudah kubaca? Langsung saja kita mulai yuk!
Anger, Laugh and Love - Satori Tae
Judul yang pertama adalah komik dan setelah selesai kubaca ini tuh terdiri dari 3 cerita. Dan dari ketiga cerita yang ada di sini aku paling suka sama cerita keduanya yang berjudul The Promise. Untuk cerita pertama yang mengambil judul dari komik ini menurut aku oke lah ya. Dan bisa kubilang 2 dari cerita di sini tuh cukup sedih auranya, karena penulisnya sendiri juga bilang kalau dia tuh lagi ingin membuat cerita yang light setelah biasanya cuma bikin cerita yang nuansanya sedih. Tapi for me nuansa sedihnya masih ada sih, hahaha. Tapi aku bisa nangkep dari ketiga cerita di sini tuh messagenya bahwa kita harus menjadi diri kita apa adanya. Messagenya cukup deep ya. Makanya aku mau kasih 3,8 dari 5 bintang.
Tears of the Giraffe - Alexander McCall Smith

Judul selanjutnya ini bisa kubilang adalah novel bergenre cozy mystery dan ini adalah buku kedua dari seri No. 1 Ladies Detective Agency. Dan setelah baca novel ini aku baru menyadari bahwa aku sudah lama juga nggak baca novel berbahasa Inggris secara fisik, ya maklum lah ya TBR Google Play Books ku meronta-ronta terus. Oke balik lagi ke judul ini, so far aku sih suka ya dan bagaimana penulisnya ini mampu merangkai kata yang cukup menarik perhatian pembaca, bahkan meskipun di bagian awal sih aku butuh untuk memahami dan mengikuti gaya bercerita penulis, ke sana-sana nya tuh aku bisa paham bahkan mulai tersedot ke ceritanya. Di bagian pertengahan aku cukup bertanya-tanya sih sebenarnya akan seperti apa akhir ceritanya, karena disuguhkan konflik lain yang sebenernya agak menyimpang dari kasus utama di sini. Dan juga pemilihan judul yang menurutku agak kurang match aja dengan cerita yang meskipun itu dijelasin sih di bagian ending. Tapi kupikir juga kenapa ya harus jerapah? Review lengkapnya sudah pernah aku share di blog
Review Novel Tears of the Giraffe secara lengkap jadi kamu bisa cek di situ. Jadi aku mau kasih 3,5 dari 5 bintang buat novel ini.
Rahasia Reaksi Kimia - Kim Hwa Joong

Selanjutnya ini adalah komik sains gitu yang juga kupinjam dari pojok literasi sekolah. Setelah membaca komik ini aku cukup suka dan lumayan fun gitu lah ya, sekalian kita bisa belajar di sini. Karena aku masih SMA aku juga masih bersentuhan dengan mata pelajaran kimia sehingga membaca komik ini juga membuatku mengingat dan juga mendapat beberapa konsep terkait kimia di sini. Aku juga suka dengan bagaimana diselipkannya funfact di setiap akhir babnya mengenai topik yang di bahas di bab tersebut. Dan dari sekian banyak topik aku paling suka dengan topik ketika membahas penggunaan bahan bakar dan juga penggunaan luminol. Kalian bisa baca sendiri untuk tahu pembahasan kedua topik tersebut ya! Dan juga bagaimana di sini ada dimasukkannya beberapa tokoh penting di zaman dulu contohnya yang aku kenal seperti Cleopatra dan juga Niels Bohr cukup membuatku senang membaca komik ini. Dan menjadikan pengalaman belajar di sini tuh menyenangkan. Makanya aku mau kasih 4 dari 5 bintang untuk komik ini.
Sleepless Cinderella - Erika Kurahashi
Selanjutnya aku baca komik kembali dan ternyata di sini juga terdiri dari dua cerita. Kalau disuruh milih aku sebenarnya lebih suka cerita yang pertama karena ada dimasukkannya kehidupan seorang artis atau idol di dalam sini dan juga seluk beluknya gitu deh. Dan ada konflik yang juga menyangkut percintaan di sini jadi lumayan berbumbu lah ya. Tapi sayangnya menurutku endingnya beneran nggantung banget dan nanti kita akan diantarkan menuju cerita yang kedua. Tapi sayangnya untuk cerita yang kedua ini aku nggak paham dengan alur dan segala sesuatu yang terjadi di sini. Dan kalau kulihat komik ini tuh semacam volume ke-1 gitu, dan aku jadi menebak-nebak apakah volume selanjutnya ada kelanjutan dari cerita pertama yang tadi kusinggung itu. Makanya untuk komik yang ini aku cuma bisa kasih 3 dari 5 bintang.
Sang Alkemis - Paulo Coelho

Ini adalah judul kedua dari penulis setelah aku baca Brida di bulan Februari lalu. Dan bisa kubilang aku lebih suka yang ini, suka banget malahan, dibandingkan judul sebelumnya yang kubaca. Novel ini pasti kalian juga udah sering dengar bahkan jadi salah satu novel klasik yang hype dan masuk ke kategori all time must read book. Dan setelah kubaca aku setuju dengan hal itu dan beneran deh, novel ini menurutku cukup sering membuat kita lebih menghargai kehidupan dan juga apa yang terjadi di kehidupan ini. Dan messagenya yang paling kutangkap adalah untuk selalu lebih peka dengan sekeliling kita dan bagaimana kita pasti akan dipertemukan dengan impian-impian yang mungkin selama ini kita pendam karena ketakutan akan kegagalan. Ah pokoknya aku nggak bisa berkata-kata dengan novel ini, ditambah endingnya yang menurutku menghasilkan sedikit plot twist yang membuat ceritanya ditutup dengan apik. Secara lengkap kamu bisa cek ulasannya di
Review Novel Sang Alkemis ya. Dan untuk novel yang ini aku mau kasih 5 bintang sempurna.
Dreamin' Sun vol. 5 - Ichigo Takano
Aku langsung meloncati volume satu sampai keempat dari seri ini. Kenapa? Ya karena di pojok literasi adanya ini doang, jadi nggak mungkin aku komplain kan, hahaha. Dan surprisingly aku enjoy dan suka sama komik ini. Ceritanya mungkin bisa kubilang genrenya romance tapi apa yang membuatku seneng sama komik ini tuh justru karena tokoh-tokohnya. Aku nggak tahu kenapa di sini karakter tokohnya kuat banget dan chemistrynya juga erat antar-tokoh. Dan juga dengan bagaimana adanya konflik dari para tokoh di sini buat ceritanya makin bagus aja sih menurutku. Jadi aku malah pengin coba baca dari volume pertamanya hahaha. Makanya untuk komik yang ini aku mau kasih 4 dari 5 bintang.
Penyerbuan Ibu-Ibu Kafeteria Luar Angkasa Yang Sangat Nakal - Dav Pilkey

Ini adalah buku dari serial Captain Underpants yang mana adalah buku anak gitu. Dan ini aku baca yang buku ketiganya karena aku waktu itu beli di semacam toko langganan aku adanya 4 buku dari seri ini. Dan ya aku baca dari buku yang nomor kecilnya dulu sih, biar klop gitu lah ya hahaha. Dan aku nggak nyangka bakalan enjoy dengan keseruan di dalam sini meskipun di bagian awal aku agak skeptis dan agak ngerasa aneh dengan ceritanya. Seri ini bercerita tentang kehidupan dua orang anak yang bernama George dan Harold dan juga Kapten Kolor. Nah untuk di buku ketiga ini ceritanya sekolah mereka semacam diserang oleh makhluk luar angkasa yang berniat mengambil alih bumi gitu deh. Khas anak-anak lah ya ceritanya yang juga menghibur. Dan satu lagi di sini ada satu hal yang menurutku jadi ciri khas dari buku ini yaitu adanya semacam animasi yang dapat diciptakan oleh pembaca gitu loh! Kamu bisa baca sendiri deh untuk tahu bagaimana maksudnya di buku ini ya. Dan memang ini lebih cocok baca secara fisik daripada digital kalau menurut aku. Makanya untuk buku yang ini aku mau kasih 4 dari 5 bintang.
Serangan Profesor Pupipet - Dav Pilkey
Nah karena aku kok malah keseruan baca judul yang sebelumnya, aku memutuskan untuk lanjut ke buku keempatnya ini yang untung saja aku juga beli di toko yang sama. Dan aku tidak berhenti menyukai aksi yang ada di dalam sini. Juga nggak kalah kocak di buku keempatnya ini. Nah kalau di sini itu ceritanya ada guru IPA baru di sekolah George dan Harold tapi ternyata suatu saat guru itu semacam marah besar dan akhirnya membuat peraturan sendiri yang membuat seluruh dunia gempar gitu deh. Dan di sini kapten kolor siap kembali menghadapi itu. Di buku keempat ini ada sedikit bagian dari cerita sebelumnya jadi sebenarnya kalau kamu mau baca ngacak juga gak masalah sih. Dan aku lagi-lagi suka dengan bagaimana pembaca itu juga sedikit dilibatkan dalam ceritanya. Jadi untuk cerita ini, 4 bintang juga!
Arjuna Ngangkut Beras - Om Sutanto

Buku selanjutnya ini adalah novel bergenre humor yang mana setelah kupikir-pikir aku cukup jarang membaca novel dengan genre tersebut. Ini bercerita tentang seorang empat sahabat yang memang dekat dan tidak bisa dipisahkan, yang mana suatu kali mereka sedang membicarakan salah satu laki-laki dari desa sebelah yang mana adalah seorang tukang angkut beras di pasar di desa mereka. Dua dari keempat sahabat itu mempunyai pengalaman yang indah dengan lelaki itu dan Laule yang menjadi tertua di situ ingin mendapatkan cinta lelaki itu kembali. Membaca novel ini sedikit banyak mengingatkanku pada novel Minoel karena di sini menurutku sangat terasa vibes jadulnya, beserta bagaimana humor yang diselipkan di sini tuh kayak emang vibe jaman dulu-dulu waktu masih hebohnya dagelan gitu. Akan tetapi sayangnya ada beberapa kekurangan seperti kurang cocoknya penggunaan judul di sini dan adanya kotak kecil yang mana berisi kutipan dari buku ini like literally di beberapa halaman tuh cukup membuatku terganggu. Aku pernah membahas novel ini secara lengkap di blog yang
Review Novel Arjuna Ngangkut Beras jadi kamu bisa cek di situ. Jadi makanya untuk novel ini aku cuma bisa kasih 3,5 bintang saja.
Spy x Family vol. 2 - Tatsuya Endo
Akhirnya aku membaca kelanjutan dari seri ini dan setelah selesai membaca komik ini aku berencana akan mengikuti seri ini, tapi perlahan-lahan. Hahaha. Berusaha untuk menikmati ceritanya. Dan di volume kedua ini ceritanya Anya sudah masuk ke akademi itu dan menjalani beberapa serangkaian untuk mendekati anak dari targetnya Loid. Dan juga hal itu membuat banyaknya tokoh baru di dalam komik ini yang bikin ceritanya makin menegangkan. Aku tetep suka dengan chemistry keluarga Forger ini dan mengenai detail gambar akademinya yang tampak mewah juga bikin aku seneng aja gitu ngeliatinnya. Dan penilaianku terhadap komik ini juga nggak berubah dari volume pertamanya, yaitu 5 bintang full untuk komik ini.
Liburan Tanpa Dia - Sue Limb

Novel selanjutnya ini bisa kubilang genrenya romance dan aku suka dengan bagaimana Gramedia menempatkan novel ini di kategori teenlit, karena menurutku gaya bahasa yang digunakan mudah dan memang cerita yang khas buat remaja. Bercerita tentang Jess yang sudah merencanakan akan berduaan seharian dengan pacarnya, Fred, pada saat musim panas. Namun Jess harus menerima kenyataan bahwa ibunya mengajaknya berlibur yang mana membuatnya mau tidak mau akan mengikuti perjalanan mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Biasanya tujuan akhir dari perjalanan itu alias mengunjungi ayahnya menjadi hal yang dinanti Jess, namun di liburan kali ini dia tampak gelisah. Pikiran mengenai Fred yang akan bersama wanita lain saat dirinya nggak ada di dekatnya juga membuatnya gelisah. Aku suka dengan keseruan yang ada di dalam sini serta bagaimana penulis merangkai kata-katanya sehingga aku bisa kesedot dalam ceritanya. Dan aku rasa bacaan ini cocok buat menemani liburan apalagi setting waktunya pada saat summer break gitu lah ya. Jadi untuk novel ini aku mau kasih 3,8 dari 5 bintang.
The Reveter - Frida Kurniawati

Selanjutnya ini adalah novel fantasi yang ditulis oleh penulis lokal! Akhirnya aku menemukan salah satu novel underrated yang menurutku punya potensi lebih untuk dibaca oleh banyak orang. Bercerita tentang Hydra yang pada suatu malam mengalami mimpi aneh hingga mengantarkannya pada kenyataan bahwa dirinya adalah seorang Reveter. Reveter di novel ini digambarkan sebagai kemampuan seorang Revenian untuk mengendalikan mimpi seseorang, dan itu semua berpusat pada suatu kakak beradik yang bernama Argento dan Auri. Di sini juga digambarkan bahwa legenda Argento dan Auri ini sebagai dua sifat yang berlawanan yang mengakibatkan terjadinya perpecahan. Dan keturunan dari masing-masing pengikut saudara itu yang masih tersisa berusaha untuk mempersatukan keturunan terakhir namun tidak jarang ada yang tidak menginginkan persatuan itu terjadi. So far aku suka dengan ide ceritanya dan bagaimana penulis mampu memiliki imajinasi yang luas dan menjadikan novel ini salah satu novel dengan sebutan Don't Judge a Book By it's Cover versiku. Karena beneran deh, aku tidak menyangka akan menemukan cerita yang bagus dari novel ini. Bener-bener butuh apresiasi sih. Dan aku juga sudah pernah review novel ini di blog yang
Review Novel The Reveter jadi kamu bisa cek di situ ya! Jadi untuk novel ini aku mau kasih 4 bintang.
Sukreni Gadis Bali - A. A. Pandji Tisna

Selanjutnya ini semacam novela karena jumlah halamannya nggak sampai 100 dan bisa dibilang masuk ke karya klasik Indonesia, karena kalau ngecek di Goodreads buku ini ditulis di tahun 1930. Dan Novela ini bercerita tentang sebuah desa yang bernama Bingin Banjah dan kehidupan yang terjadi di dalam desa itu. Di desa itu ada sebuah kedai yang dikelola oleh wanita bernama Men Negara dan juga anak perempuannya yang seringnya digunakan sebagai pemikat pembeli-pembelinya karena parasnya yang cantik. Sampai suatu hari datanglah semacam kenalan dari salah satu menteri polisi yang suka singgah di kedai itu untuk mengurusi kasus persidangannya. Dan anak perempuan dari kenalan menteri polisi ini bernama Luh Sukreni yang sedikit tidak disukai Men Negara dan anaknya. Cuma sampai situ aku bisa ceritanya karena buku ini tipis kok. Tapi sayangnya aku kurang nangkep pesan moral dari buku ini, bahkan bagian yang menunjukkan adanya Sukreni itu nggak banyak banget bahkan dia muncul cuma sebagai pelengkap cerita, bukan sebagai tokoh utama. Dan cerita ini berakhir dengan tragis juga tanpa adanya Sukreni. Sayang banget aku cuma kasih buku ini 3 dari 5 bintang.
That Summer 1959 vol. 1 - Ashibi Fukui
Selanjutnya adalah komik yang bisa dibilang juga sebagai sports manga. Dan sebenarnya aku tuh masih bingung perbedaan antara komik sama manga itu apa sih? Oke balik lagi ke judul ini. Aku tidak menyangka akan menikmati ceritanya dan dibuat kagum dan terkejut bahwa akan ada unsur time travel di dalam sini. Jadi selain disajikannya mengenai olahraga baseball itu sendiri, pergantian alur karena terjadinya timeslip yang dialami oleh Natsu di sini sukses membuat cerita ini lebih menarik. Di bagian terakhir juga ditunjukkan semacam evolusi pakaian para pemain baseball dari tahun ke tahun yang semakin membuat kita menyadari cepatnya zaman berkembang. Aku sudah pernah mereview komik ini sebelumnya di
Review Komik That Summer 1959 jadi kamu bisa cek di situ ya! Dan karena enjoy baca komik ini aku mau kasih 4,2 dari 5 bintang.
Aoi House vol. 1 - Adam Arnold & Shiei

Selanjutnya ini adalah komik digital yang aku baca di Google Play Books. Aku kayaknya udah lama banget gak baca komik di Google Play Books dan ini menjadi komik satu volume pertama yang kubaca di situ, karena biasanya yang kubaca di Google Play Books tuh semacam 1 chapter aja bukan 1 volume. Aoi House ini bercerita tentang Alex dan Sandy yang didepak dari asrama kampusnya karena hamster peliharaan Sandy yang membuat kekacauan di sana sehingga mereka berdua memutuskan mencari tempat yang bisa disinggahi. Dan mereka menemukan sebuah "klub" yang menamai mereka dengan klub anime dan berdiam di rumah yang dinamakan Aoi House. Alex dan Sandy yang hanya berharap menemukan tempat tinggal justru harus dihadapi oleh 5 wanita yang memiliki kepribadian gado-gado dan juga terpaksa memenuhi taruhan untuk tetap mempertahankan keberadaan mereka di rumah tersebut. Genrenya bisa kubilang komedi sih, dan sebenernya gambarnya agak 18+ hahaha. Dan mungkin beberapa dari kalian akan merasakan kejanggalan dari judulnya. Aku gak perlu jelasin so kalian bisa baca sendiri komiknya ya! Dan untuk Aoi House ini kukasih 3,5 bintang.
Never Say Never - Barbara Daly

Judul terakhir yang kubaca adalah novel dengan genre harlequin. Dan seingetku aku belum pernah baca novel dengan genre tersebut so this is my first time tried it. Dan surprisingly aku cukup suka dengan ceritanya bahkan enjoy. Mungkin faktor kebetulan dapat yang judul ini kali ya. Novel ini bercerita tentang Tish yang melarikan diri saat hari pernikahannya dengan Marc, yang membuatnya berakhir pada sebuah daerah bernama Wild River. Dan ternyata Tish di situ bertemu salah seorang sheriff di Wild River yang bernama Zeke, dan Zeke memutuskan untuk melindungi Tish sampai pengusutan "kasus" yang dialami wanita itu terbongkar. Kenapa aku bilang kasus? Karena di sini ada semacam isu yang mungkin cukup berat dilalui oleh tokoh Tish di sini, sehingga juga menimbulkan berbagai macam pikiran-pikiran darinya. Dan di bagian awal-awal tuh aku suka karena kita seolah baca novel thriller-suspense apalagi suasana hujan badai di malam harinya tuh cukup mendukung. Pokoknya novel ini bisa kubilang agak di luar ekspektasiku dan juga menjadikan impresiku terhadap genre harlequin tuh nggak buruk-buruk banget lah. Ya memang aku sering sih denger kalau novel harlequin kebanyakan pnya adegan yang sensorable, begitu pula di novel ini. Tapi aku suka karena hal tersebut tuh bukan yang sampe mendominasi ceritanya sampai-sampai bikin gak nyaman. Bahkan banyak sih sebenernya novel yang lebih parah dari ini, atau bahkan novel berlabel remaja yang isinya bikin geleng-geleng kepala. So untuk novel ini aku kasih 4 dari 5 bintang.
Oke itu tadi adalah judul-judul yang sudah kubaca di sepanjang bulan Juni 2022. Totalnya ada 17 buku! Suatu pencapaian terbesarku bisa baca buku dengan jumlah itu. Jumlah tertinggi selama aku menjadi pembaca, so far! Dan aku seneng karena menemukan variasi bacaan dan dipertemukan dengan beberapa genre yang mungkin sebelumnya belum pernah kucicipi.
Kamu sendiri sudah baca berapa Juni kemarin? Kasih tahu di kolom komentar ya! Dan makasih banyak banget buat yang sudah baca sampai sini! Kita ketemu lagi di blog selanjutnya, dadah!~
Comments
Post a Comment