Nggak kerasa ya sekarang sudah akhir tahun aja dan besok kita akan memulai "awal" yang baru yaitu di tahun 2022. Nah kali ini aku bakalan share ke kalian buku-buku apa saja sih yang sudah aku baca di bulan Desember ini sekaligus menjadi bacaan penutup tahun 2021. Tanpa berlama-lama lagi berikut adalah buku yang kubaca.
Cara Asyik Review Buku - Adi Wahyu Adji
Aku mengawali bulan Desember dengan bacaan nonfiksi dan aku pilih buku ini karena aku juga bisa dibilang tipikal orang yang suka bikin review buku, baik di Goodreads, Youtube, atau Blog. Jadi makanya memutuskan untuk baca buku ini. Buku ini memang sesuai dengan judulnya berisikan tentang mereview suatu buku. Aku suka bagaimana dengan konsep penulis mengenai apa itu review buku sehingga membentuk sudut pandang baru mengenai review itu sendiri. Dan lewat buku ini pula aku jadi mengevaluasi review yang pernah kubuat dan cukup membukakan mataku juga. Recommended buat kalian yang mungkin adalah seorang yang suka review buku. Cuma menurut aku kekurangannya di sini ada cukup banyak typo. Untuk ratingnya aku mau kasih 3,5 dari 5 bintang.
99 Cahaya di Langit Eropa - Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra
Setelah aku membaca buku lain dari penulis yaitu Bulan Terbelah di Langit Amerika aku akhirnya memutuskan untuk cari buku ini dan akhirnya ketemu dengan kondisi preloved (agak curhat sedikit). Di buku ini sesuai dengan judulnya settingnya berada di Eropa dan bisa kubilang nuansa travelnya di sini lebih kerasa ketimbang judul sebelumnya, mengingat di sini memang bersetting di 4 negara (Austria, Perancis, Spanyol, dan Turki). Lagi-lagi membaca buku ini cukup page turner dan aku juga suka bagaimana unsur sejarah di buku dan film tetap sama. Namun anehnya di sini aku merasa alurnya lebih cepet daripada filmnya, kalau di film justru ada backstory yang bisa mendukung beberapa scene di sini. Akan tetapi aku sudah cukup puas dengan buku ini. Kalau kalian mau cek review lengkapnya aku sudah pernah bikin di blog yang
Review Novel 99 Cahaya di Langit Eropa ya. Dan untuk ratingnya aku mau kasih 5 dari 5 bintang.
Educated - Tara Westover

Selanjutnya ini adalah memoar atau biografi yang sudah jadi wishlist aku dari lama, dan akhirnya aku punya kesempatan untuk baca buku ini. Aku jujur jarang beli buku nonfiksi terutama biografi, jadi membaca buku ini sekaligus menjadi pengalaman pertamaku buat baca biografi. Lewat buku ini aku dihadapkan oleh bagaimana keadaan di zaman dulu mengenai pendidikan itu sendiri, bagaimana ada salah satu golongan yang lebih menekankan terhadap anak-anaknya untuk hidup secara "realistis" dan mengikuti apa yang diyakini oleh mereka. Dan itulah yang Tara Westover alami di sini. Membaca buku ini juga cukup membuka mataku bagaimana kehidupan itu sebegitu kerasnya, meskipun kita sudah mempunyai impian tapi ada saja yang memubuat seolah-olah impian kita nggak berguna. Aku juga suka bagaimana Tara di sini mempunyai prinsip hidup yang kuat dan memotivasi kita bahwa anak gadis desa bisa loh untuk bersekolah tinggi sampai ke Universitas Cambrigde dan Harvard. Keren banget nggak sih? Pokoknya aku suka dengan memoar ini dan untuk ulasan lebih lengkapnya kalian bisa cek di blog sebelumnya yang
Review Buku Educated ya. Dan aku mau kasih rating 4 dari 5 bintang buat buku ini. Dan aku baca buku ini dalam rangka baca barengan yang diadakan sama kak Rachael, kak Krisan, dan nanti juga ada kak Sophia Mega dan aku sebagai guest-nya di sana. So see you guys on live disscussion-nya ya!
The Memory Police - Yoko Ogawa

Jadi waktu itu aku lagi gabut nggak tahu mau ngapain, dan aku akhirnya memutuskan untuk gabung ke diskusi yang diadain sama kak Rachael dan kak Krisan dan aku menang giveaway untuk Gramedia Digital Fiction Premium Package dan aku pakai kesempatan itu untuk baca buku ini, karena buku ini juga masuk ke wishlist aku. Dulu aku kira buku ini bergenre thriller atau misteri atau crime fiction, tapi setelah kubaca di sini lebih ke magical realism sih. Jadi secara singkat novel ini bercerita mengenai suatu pulau di mana di pulau tersebut setiap harinya akan ada barang yang hilang dan barang itu juga akan menguap dari ingatan orang-orang di sana. Dan di sini ada salah satu profesi yaitu Polisi Kenangan yang mana akan memberantas orang-orang yang masih "mempunyai kenangan". Aku dulu lupa pernah lihat atau baca review siapa yang mengatakan kalau di blurbnya itu Polisi Kenangannya semacam membantu orang terkait kenangan, tapi setelah kubaca malahan jauh berbeda dari apa yang kubayangkan. Dan aku sama sekali gak expect bakal ada unsur magical realism yang absurd, layaknya Japanese Literature lainnya. Dan karena ekspektasiku itulah aku cuma bisa kasih 3,5 dari 5 bintang buat novel ini.
A Robot Christmas Story - Javier Santolobo

Jadi ada kejadian yang cukup dramatis sebelum aku membaca buku ini. Aku waktu itu pernah bilang kalau kepengin baca judul The Night Before Christmas yang ditulis oleh Clement C. Moore, dan ketika aku sudah semangat untuk baca di Google Play Books, ternyata aku kena prank alias buku yang kudownload itu hanya samplernya saja! Padahal di deskripsi bukunya itu tebalnya 160 halaman. Dan aku akhirnya mulai mencari judul lain yang masih seputar christmas dan menemukan buku ini. Jadi buku ini bercerita mengenai robot Elf yang tinggal di suatu desa yang mana selalu dikunjungi banyak orang tiap natal. Namun suatu hari desa itu mengalami kehancuran dan si Elf ini berusaha bagaimana agar dia masih dapat memberikan hadiah kepada anak-anak, karena dia berpikir bahwa itu memanglah tugasnya. Dan dari situ petualangan dimulai deh. Aku suka dengan bagaimana penulis menarasikan baik tempat ataupun suasana di sini, yang bener-bener christmas vibe banget gitu. Dan di akhir cerita aku merasakan unsur heart-warming dari cerita ini dan aku dapat mengambil beberapa hal, salah satunya yaitu adalah nilai persahabatan. Dan untuk ratingnya di sini aku mau kasih 4 dari 5 bintang. Dan aku nggak tahu kapan mau baca judul The Night Before Christmas itu karena aku masih kesel. Jadi aku anggap dengan membaca buku ini "hutang" aku terbayarkan sih.
The Moose Before Christmas - Lisa Yamagishi

Buku yang ini aku nemunya juga sekaligus sama judul sebelumnya dan sedikit mengingatkanku sama "The Night Before Christmas" surprisingly. Kenapa aku bisa bilang begitu karena di bagian awal The Night Before Christmas cukup mirip dengan buku ini, apalagi setelah kita melihat judulnya juga ada cukup kemiripan ya kan? Dan aku berasumsi buku ini semacam retelling dari judul tersebut. Di buku ini berisikan semacam puisi yang bercerita mengenai perjalanan Santa memasuki rumah-rumah untuk memberikan hadiah dan disambut oleh seekor rusa sampai akhirnya rusa ini semacam membantu kembali Santa itu untuk melakukan perjalanan selanjutnya. Ceritanya cukup light dan fun, dan juga cukup tipis jadi sekali duduk ini bisa diselesaikan. Dan aku mau kasih rating 3,5 dari 5 bintang buat buku ini.
Pasukan Buzzer - Chang Kang Myoung

Buku selanjutnya ini aku juga baca di Gramedia Digital dan karena premisnya yang menarik yaitu mencangkup internet dan konspirasi politik, jadi aku akhirnya tergelitik untuk membaca novel ini. Secara singkat aku cukup suka dengan novel ini yaitu menghadirkan suatu tim yang bernama Tim Aleph yang beranggotakan 3 orang yang masing-masing dari mereka memiliki kelihaian untuk "mengotak-atik" kehidupan di dunia maya. Mereka juga semacam menawarkan jasa untuk pemasaran online. Namun sampai suatu hari mereka mendapatkan tawaran untuk melakukan sesuatu yang aneh dengan iming-iming bayaran yang besar. Mereka pun akhirnya beraksi tapi mereka tidak menyadari bahwa semakin dalam mereka beraksi mereka juga semakin dalam dan terjerat dengan satu konspirasi politik di Korea Selatan. Aku cukup suka apalagi di sini juga membahas beberapa hal yang berkaitan dengan kpop, secara aku memang penggemar kpop sih. Dan aku sering senyum-senyum sendiri kalau ngelihat bagaimana netizen Korea itu berkomentar karena memang cukup akurat kalau melihat di portal atau forum yang ngebahas kpop. Sayangnya di sini menurut aku ketegangan dan ketertarikanku mengenai dunia internetnya agak berkurang semenjak dimunculkannya adegan dewasa yang malah menutupi hal-hal seputar internetnya itu. Dan semakin ke belakang aku justru sibuk mencari benang merah di novel ini yang kayaknya nggak terselesaikan bahkan sampai ceritanya berakhir. Dan kalau ngelihat teman-teman sih banyak yang bilang kalau plot twist nya cukup mencengangkan tapi jujur aja, aku nggak menemukan hal yang dimaksud plot twist itu di sini sih. Jadi kayak, hah? Tapi ketolong dengan terjemahannya yang enak di sini sehingga bacanya jadi mengalir. Dan untuk review lengkap kalian bisa cek di blog yang
Review Novel Pasukan Buzzer ya. Dan untuk ratingnya aku cuma bisa kasih 3,8 dari 5 bintang.
Broomsticks and Burials - Lily Webb

Aku lagi pengin baca-baca buku dengan genre cozy mystery jadi aku memutuskan untuk memilih judul yang ini. Aku pernah baca satu judul untuk genre ini tapi kurang sreg, tapi buat judul yang ini aku suka banget. Ini itu bercerita tentang seorang gadis bernama Zoe yang mendapatkan tawaran pekerjaan di suatu tempat yang belum pernah dia dengar. Dan dia pun memutuskan untuk datang ke kota yang dimaksud dan terheran melihat segala sesuatu yang terjadi di kota itu. Singkat kata sedang berlangsung sebuah kasus kematian yang menimpa salah satu reporter di tempat dia bekerja sekarang ini dan jiwa-jiwa jurnalis Zoe seketika muncul dan mencoba untuk menguak kebenaran di balik ini semua. Namun semakin lama Zoe mengusut kasus ini, dia tanpa sadar terjerat dalam suatu struktur pemerintahan di kota ini yang lagi panas-panasnya. Pokoknya aku suka banget dan bagaimana penulis mengungkap pelakunya itu cukup smooth dan bikin aku kagum. Belum lagi unsur magic yang digunakan di sini cukup pas dan juga ada selingan adegan romance yang porsinya juga pas di tengah kegentingan kasus tersebut. Dan sekarang aku jadi pengin banyakin baca buku bergenre cozy mystery nih. Dan kalian bisa cek ulasan lengkapnya di blog sebelumnya yang
Review Novel Broomsticks and Burials ya. Dan untuk ratingnya karena aku suka banget aku mau kasih 4,3 dari 5 bintang.
The Wicked + The Divine - Kieron Gillen
Selanjutnya aku kembali baca komik dan kuputuskan untuk pilih judul yang ini. Sebenarnya aku gak bisa dibilang gak suka sama ceritanya tapi aku lebih ke arah nggak paham sama cerita di sini. Jadi secara singkatnya ini kayak bercerita tentang "God" yang mendapat kekuatan gitu deh dan di sini terbagi menjadi dua timeline yang cukup jauh. Cuma segitu aja ya yang bisa aku share karena komiknya juga cukup tipis. Cuma ya itu tadi, aku nggak paham dan nggak ngerti dengan jalan ceritanya secara keseluruhan ditambah di bagian tengah tuh agak weird aja gitu. Dan nggak ngerti poinnya apa. Jadi sayang banget aku cuma bisa kasih 2,8 dari 5 bintang buat komik ini.
Dark Fang - Miles Gunter
Komik selanjutnya ini agak lumayan dibandingkan dengan judul sebelumnya dan cukup menarik. Jadi ini ceritanya tentang seorang gadis yang bisa dibilang "bereinkarnasi" menjadi vampir. Dan memang sih di bagian awalnya tuh kita sebagai pembaca sudah disodorkan dengan suatu kejadian yang membuatku bertanya-tanya, tapi ketika bagian penjelasan atau background dari ini semua dijelasin tuh aku langsung: "Oohh" gitu. Jadi untuk komik yang ini aku kasih 3,5 dari 5 bintang.
Hadrian's Wall - Kyle Higgins
Selanjutnya masih dalam rangka menghabiskan TBR komik, dan aku milih judul yang ini. Secara singkat komik ini bercerita tentang seorang astronot dari Hadrians's Wall yang ditemukan tewas yang menyebabkan kekacauan gitu deh. Dan di sini ceritanya tuh settingna di tahun 2065-an gitu yang ngebikin segala sesuatunya terlihat canggih. Pokoknya aku suka dengan storyline dan juga suasana yang mendukung cerita ini. Dan mungkin buat kalian yang suka space dan sci-fi bakalan suka komik ini sih. Dan karena hal itu aku mau kasih rating 4 dari 5 bintang.
Trik Kilat Membaca Pikiran Orang Lain Lewat Bahasa Tubuh - Been Rafanani

Buku terakhir yang kubaca di bulan Desember ini adalah buku nonfiksi dan sebelum aku membahasnya, aku mau ambil napas dulu. Singkat aja intinya aku nggak suka dengan buku ini. Karena, apa ya, menurutku pembahasannya terlalu bertele-tele dan sangat amat sering mengulang kalimat-kalimat yang ada di bagian sebelumnya. Belum lagi tuh yang diulang-ulang nggak cuma 1 dua kalimat tapi bahkan hampir satu bab. Jadi membaca buku ini sebenarnya lebih ke arah seni menahan amarah daripada membaca bahasa tubuh, mohon maaf banget nih. Dan kemudian di sini semakin ke belakang pembahasannya makin melenceng kayak contohnya ciri-ciri orang berbohong, tanda wanita menyukai pria, bahkan sampai wanita yang cocok dijadikan istri!? I mean hey, kukira bakalan ada cara memasak daging yang enak dan ciri-ciri daging lembut eh tapi ternyata nggak ada. Jadi ya, bener-bener nggak bisa bekata-kata dengan buku ini. Padahal di bagian awalnya tuh cukup "berbenefit" ya meskipun tatanan kalimatnya berntakan. So sorry aku cuma bisa kasih rating 2. Dan aku berpikir sebenarnya inti dari segala inti dari buku ini bisa disampaikan nggak lebih dari 5 halaman aja. Jadi ini terkesan nulis sembarang aja biar bukunya "tebal". Menutup akhir tahun dengan emosi, siapa lagi kalau bukan aku?
Oke itu tadi adalah judul-judul yang kubaca di sepanjang bulan Desember ini. Jumlahnya ada 12 buku dan cukup bervariatif bacaanku, aku seneng banget. Kecuali memang The Night Before Christmas yang niatnya kubaca malah nggak ada. Dan terima kasih buat yang sudah baca sampai sini, dan sampai ketemu di blog selanjutnya. Selamat tahun baru semuanya!
Comments
Post a Comment