Halo semuanya! Nggak kerasa ya sudah akhir september saja. Dan sesuai dengan rutinitas setiap bulanku di sini aku mau tunjukin buku-buku apa saja yang sudah kubaca di sepanjang bulan September kemarin. Jumlahnya memang gak banyak sih tapi it's okay, karena aku menemukan banyak buku-buku bagus yang kubaca di bulan ini. Kalau kalian penasaran langsung saja kita mulai!
Never Binge Again - Glenn Livingston

Buku yang pertama yang kubaca adalah buku nonfiksi dengan tema seputar health atau yang berhubungan dengan diet. Aku lupa tahu buku ini dari mana intinya judul buku ini cukup memikat buat aku jadi akhirnya memutuskan untuk baca. Isinya di dalam sini bisa kubilang gak simple dan banyak sekali hal-hal scientific. Di sini kita juga akan diberikan semacam teori dan bagaimana cara pengimplementasikannya. Di sini penulis membuat semacam istilah yang membuat kita untuk mudah memahami gagasannya yaitu dengan menggunakan analogi "pig". Iya pig as a babi itu. Jadi di sini penulis mengatakan bahwa kita harus bisa mengontrol dan membuat keputusan untuk mengendalikan pig ini dan bagaimana makanan sangat mempengaruhi emosional baik emosi kita maupun emosi si pig itu. Juga di sini ada satu bab yang membahas tentang meal plan yang membuatku semangat sih, jujur. Namun selebihnya aku merasa buku ini OK cuman memang gak semuanya bisa diterapkan, kurasa. Kekurangan dari buku ini menurutku ada sangat banyak hal yang repetitif alias diulang-ulang, kemudian layout bab yang menurutku agak aneh dan di bagian menuju akhir sempat membuatku berpikir kenapa babnya dibuat pendek sementara bab di awal dibuat kelewat panjang. Kemudian salah satu hal yang agak mengganggu di sini adalah promosi di setiap bab nya dan setelah kupikir-pikir rasa-rasanya tips di sini masih mengacu pada 1 hal utama di hampir semua babnya. Juga menurutku tulisan for men itu entah beneran ngaruh atau enggak sih. Karenanya aku mau kasih buku ini rating 3 dari 5 bintang.
Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto - Mitch Albom

Buku selanjutnya adalah buku wishlistku yang akhirnya aku kesampaian buat baca. Singkatnya buku ini bercerita tentang seorang lelaki bernama Frankie Presto dan juga perjalanan kehidupannya hingga ia menjadi seseorang yang akan dikenang banyak orang. Frankie Presto diceritakan adalah anak yang dilahirkan di sebuah gereja yang terbakar hingga dia menjadi anak yatim-piatu. Ketika berusia sembilan tahun Frankie dikirim ke Amerika karena keadaan yang sudah tidak memungkinkan di negerinya. Dia dididik oleh guru musik yang memberinya sebuah gitar yang menjadi satu-satunya harta Frankie saat itu hingga ia tiba di Amerika. Singkat kata Frankie tumbuh besar dan dia menjadi artis populer yang menciptakan banyak lagu-lagu yang membuat dunia semakin mengenalnya. Untuk review lengkapnya aku udah pernah bahas di blog yang
Review Novel Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto ya. Yang pasti aku suka novel ini karena menggunakan gaya penceritaan yang gak biasa beserta banyak sekali makna filosofi hidup yang kutemukan di sini. Dan untuk ratingnya aku mau kasih rating 4,8 dari 5 bintang.
Keajaiban Toko Kelontong Namiya - Keigo Higashino

Selanjutnya adalah novel yang terjemahan Jepang dari Keigo Higashino yang cukup sering kali kulihat dan kebetulan banget kak Aya bikin acara barengan untuk baca buku ini jadi kupikir untuk memutuskan baca buku ini. Buku ini genrenya magical realism dan juga ada unsur time travel-nya. Aku juga suka bagaimana di sini diselipin unsur misteri yang kurasa sih khasnya penulis ya. Entah mungkin karena faktor penulis ini adalah penulis novel-novel misteri-thriller. Kemudian di sini aku suka bagaimana kita sebagai pembaca setiap menyelesaikan babnya akan dibawa atau dibuat takjub dengan beberapa hal yang sangat berbeda dengan pembahasan di bab sebelumnya. Lewat novel ini juga aku jadi tahu banyak hal sih sejujurnya. Entah mungkin itu sengaja dibuat begitu untuk membuat kita sebagai pembaca tidak hanya jenuh untuk mengikuti narasi tentang time-travel itu kali ya. Untuk review lengkapnya aku pernah bikin di blog yang
Review Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya ya. Dan untuk ratingnya aku mau kasih 4 dari 5 bintang.
Melihat Api Bekerja - M. Aan Mansyur
Buku selanjutnya yang kubaca, lebih tepatnya adalah kumpulan puisi yang ditulis oleh M. Aan Mansyur dan ilustrasinya digarap oleh eMTe. Aku tuh bisa dibilang jarang bahkan hampir nggak pernah baca puisi, sampai suatu ketika aku gak sengaja ngelihat buku ini dan memutuskan untuk membaca. Berbeda dengan puisi-puisi yang pernah aku baca sebelumnya, entah kenapa di sini seolah-olah puisinya tuh ngena dan membuatku terpikat. Pemilihan kata-kata dari penulisnya tuh ngebuat seolah-olah kata-kata tersebut "dimiliki" oleh sang penulis. Belum lagi ilustrasinya menurutku indah. Punya segi artistik, estetika, dan absurd yang mendukung suasana di dalam puisi ini. Overall aku cukup merekomendasikan buku ini buat yang mungkin lagi mau coba baca puisi. Dan untuk ratingnya aku mau kasih 4 dari 5 bintang.
Little Fires Everywhere - Celeste Ng

Selanjutnya adalah novel yang aku kepoin banget dari lama. Novel ini sudah cukup sering nongol di timeline sampai akhirnya aku baru punya kesempatan baca di bulan ini. Secara singkat n
ovel ini bercerita tentang anak bungsu dari keluarga Richardson yang membakar habis rumah keluarga mereka hingga rata dengan tanah. Kejadian ini tentu saja menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan orang-orang yang tinggal di dekat situ. Belum lagi di sini ada sebuah kekeosan mengenai kenalan dari keluarga Richardson ini yang sedang dalam sidang pengadilan untuk masalah hak asuh seorang anak keturunan Cina-Amerika yang diperdebatkan. Dan juga ada seorang penyewa baru di rumah sewaan keluarga Richardson ini yang adalah seorang orang tua tunggal yang ternyata memiliki rahasia yang menyatupadukan semua ini. Lantas perlahan rahasia di balik semua serentetan konflik ini mulai bermunculan dan bagaimanakah selanjutnya nasib dari ketiga belah pihak ini, kamu bisa baca sendiri di bukunya. Review lengkapnya aku pernah bikin di blog yang Review Novel Little Fires Everywhere ya jadi kamu bisa cek di situ ya! Dan untuk ratingnya aku mau kasih rating 4 dari 5 bintang.
Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta - Alvi Syahrin

Selanjutnya adalah buku nonfiksi yang bertema atau berisikan tentang jatuh cinta. Meskipun sebenarnya topik jatuh cinta menurutku masih sangat kurang relate tapi nggak apa-apa, aku coba aja untuk baca. Buku ini cukup sering sekali bermunculan di timelineku sampai aku akhirnya memutuskan untuk baca bulan ini. Sesuai dengan judul buku ini, di sini berisikan semacam essay di mana penulis akan menjadi narator sekaligus menjadi seorang teman bagi kita untuk menjadi solusi atas masalah percintaan di berbagai kondisi. Aku suka bagaimana penulis sangat objektif dan memandang cinta itu dari segala sudut pandang, bukan semerta-merta menganggap cinta itu hanya sebatas perempuan yang tersakiti dan lelaki yang menyakiti. Cinta itu mencangkup hal yang luas. Aku juga suka bagaimana pemikiran atau setiap konsep yang dibahas di setiap babnya di sini. Sometimes di sini juga membuatku merenung karena solusi yang diberikan itu. Menurutku di sini kekurangannya terletak pada beberapa kurangnya tanda baca dan konjungsi sehingga ketika aku membacanya agak sedikit bingung di sana. Dan menurutku solusi yang mengacu pada sisi religius memang baik, namun menurutku sih jatuhnya kurang universal. Review lengkapnya aku sudah pernah bikin di blog yang
Review Buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh CInta ya. Dan untuk ratingnya aku mau kasih 3,8 dari 5 bintang.
Bintang - Tere Liye

Selanjutnya adalah buku yang aku tunggu-tunggu untuk baca yaitu buku keempat dari seri Bumi yang berjudul Bintang yang ditulis oleh Tere Liye. Butuh waktu sekitar 2 tahun aku sejak membaca buku terakhirnya yaitu Matahari untuk kembali melanjutkan petualangan di buku ini. Tadinya aku sempat berpikir untuk berhenti saja di buku Matahari namun makin lama seri ini makin membuatku goyah dan akhirnya aku memutuskan untuk beli dan baca. Membaca buku ini membuat aku nostalgia dan peras otak karena aku harus mengingat konflik utama atau tokoh yang bersangkutan di sini itu perannya bagaimana yang sering sekali disinggung di novel ini, sama seperti di ketiga novel sebelumnya. Di novel Bintang ini aku kembali dipertemukan oleh perjalanan Ali, Raib, dan juga Seli yang berpetualang di klan Bintang. Awalnya aku mikir kalau di buku ini petualangannya akan berada di klan Komet (which is itu pola yang dilakukan di ketiga buku sebelumnya) namun ternyata di sini masih ada satu konflik utama di klan Bintang yang hendak memecah klan permukaan. Sepanjang membaca novel ini cukup membuatku gemas dan berkali-kali menghela napas namun aku cukup puas dengan segala hal yang ada di sini. Kekurangannya di sini menurutku itu cukup sering kali aku menemukan kalimat yang sifatnya repetitif dan jujur saja di beberapa bagian tuh aku agak kesel dengan beberapa kejadian yang selalu terulang dan terulang lagi. As I told sih, di sini emang cukup ngebikin gemas. Dan saking excitednya aku, aku butuh waktu 4 hari buat menyelesaikan novel ini. Dan sekarang aku galau apakah aku bakal lanjut ke buku Komet atau enggak. Dan untuk ratingnya aku mau kasih rating 4,3 dari 5 bintang.
Nah itu dia tadi adalah buku-buku yang kubaca di bulan September 2021. Memang lebih sedikit daripada bulan sebelumnya sih tapi aku cukup senang dan puas karena di bulan ini aku bisa baca buku-buku yang sudah jadi wishlistku sedari lama. Gimana dengan kamu, sudah baca berapa banyak buku di bulan ini kasih tahu di kolom komentar di bawah ya! Terima kasih buat yang sudah baca sampai sini dan sampai ketemu di blog selanjutnya!
Comments
Post a Comment