Halo semuanya! Jadi di blog kali ini aku mau bikin wrap up alias kasih lihat lagi buku-buku apa saja yang sudah aku baca di sepanjang bulan Agustus ini. Bulan ini aku cukup produktif kembali dengan membaca 10 buku! Kalau kalian penasaran apa saja yang sudah kubaca, langsung saja yuk!
Goodbye Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang - Fumio Sasaki

Buku pertama yang kuselesaikan di bulan Agustus lagi-lagi bertemakan tentang minimalisme dan lagi-lagi aku membaca dengan audiobook. Buku ini cukup populer belakangan waktu ke belakang yang membuat aku penasaran dengan isinya. Dan syukurlah aku bisa membaca melalui audiobook. Buku ini berisikan dari tiga bab yang menurut aku pembahasannya juga sederhana, dan simple, dan terkesan "kosong". Bukan kosong yang bagaimana tapi entah ya aku bisa merasakan suasana minimalis aja dari buku ini. Quite off werid tapi ya sudah lah. Di bagian pertama kita akan dijabarkan mengenai apa alasan kita untuk minimalis dan mengapa penulis juga memutuskan untuk menjadi minimalis. Di bagian pertama ini cukup membuatku suka dan aku jadi mengerti bahwa memang minimalis di Jepang bisa jadi semacam "cara bertahan hidup". Kemudian lanjut ke bagian ke dua, di sini penulis akan menjabarkan kenapa kita ini suka sekali untuk mengumpulkan suatu barang padahal pada dasarnya apa yang kita inginkan di sini sudah terpenuhi. Di bagian ke dua ini aku cukup sering merenung dan berpikir bahwa memang benar adanya aku sering merasa kosong padahal apa yang kupunya mungkin sudah memenuhi daftar keinginanku. Di sini dijelaskan bahwa barang pada awalnya membentuk identitas kita namun lambat laun barang justru menjadi semacam punya fungsi yang berbeda. Lanjut ke bagian terakhir atau bagian ketiga yang memberikan 55 tips beserta 15 tips tambahan untuk menyingkirkan barang yang menurutku agak aneh kenapa gak sekalian saja ditulis 70 tips. Tips di sini seperti pada buku-buku minimalisme yang lain, menjelaskan alasan dasar dan pedoman kita untuk mulai menyingkirkan barang-barang. Dan yang paling kuingat di sini adalah mengenai bahwa ketika pada awalnya kita menguasai barang, lama-kelamaan baranglah yang akan menguasai kita. Cukup ringan pembahasannya, dan mungkin untuk kekurangan aku hanya merasa kurang relate aja sih di beberapa bagian. Karenanya aku mau kasih rating 3,8 dari 5 bintang.
The 5th Wave - Rick Yancey
Buku yang selanjutnya yang kubaca adalah buku ini, The 5th Wave yang ditulis oleh Rick Yancey yang bergenre distopia dan juga sci-fi. Singkatnya buku ini tentang bumi yang diserang oleh sekawanan alien yang mereka panggil sebagai Makhluk Lain mulai dari gelombang 1 sampai gelombang 4. Tokoh bernama Cassie telah berhasil bertahan di semua gelombang yang membuatnya banyak menyimpan pengalaman. Misi utamanya adalah menyelamatkan adiknya dan menepati janji yang telah diucapkannya. Namun di tengah-tengah pencarian adiknya itu, dia bertemu dengan seorang pria aneh yang dengan sukarela hendak menolongnya. Cassie antara percaya dan tidak, mengingat milyaran manusia telah tewas dan bisa saja yang tersisa adalah salah satu dari mereka. Lantas bagaimana tindakan Cassie selanjutnya dan apakah gelombang 5 akan dimulai? Kamu bisa baca sendiri di bukunya ya. Review lengkapnya bisa kamu cek di blog yang
Review Novel The 5th Wave ya. Dan untuk ratingnya aku mau kasih a whole perfect 5 stars buat buku ini.
Earthlings - Sayaka Murata
Selanjutnya adalah novel J-lit dari Sayaka Murata. Ini adalah buku kedua dari penulis yang kubaca setelah Convenience Store Woman. Singkatnya novel ini
bercerita tentang seorang perempuan bernama Natsuki yang dia merasa dirinya berbeda dari orang lain dan dia menganggap dirinya penyihir karena dia memiliki kekuatan magis yang dia peroleh dari boneka yang ada di covernya itu, yang bernama Piyyut. Sepupunya ternyata juga merasakan hal yang sama, yang mengatakan bahwa dirinya adalah alien. Karena pernyataan yang mereka tanam sedari kecil itu, mereka lama-kelamaan mulai merasa bahwa manusia ialah makhluk yang aneh dan sukar dimengerti. Ketika sesuatu telah terjadi pada Natsuki, hal itu mengubahnya dan semakin membuatnya memiliki pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang sangat-sangat ganjil. Natsuki merasa bahwa manusia semacam makhluk yang dipekerjakan oleh "pabrik" atau bahasa yang sering kita temui yaitu standar sosial. Natsuki akhirnya tumbuh dewasa dan ia menikah dengan seorang pria yang juga memiliki pemikiran yang sama dengannya. Dan juga ada satu kejadian yang membuatnya kembali membuka lorong gelap masa lalunya. Dan di sini perlu kukasih disclaimer bahwa cukup membuat kita sebagai pembaca akan gelisah karena dipaparkannya dengan jelas mengenai isu-isu pemerkosaan, inses, pembunuhan dan adegan sadis yang cukup berdarah-darah. Makanya sebenarnya ini akan cocok untuk 18 tahun ke atas namun apalah daya aku masih 16 tahun dan mau gimana lagi udah terlanjur baca bukunya. Untuk review lengkapnya kamu bisa cek di blog yang
Review Novel Earthlings ya. Dan untuk ratingnya aku mau kasih 3,5 dari 5 bintang.
The Demon in the Wood - Leigh Bardugo
Akhirnya setelah sekian lama aku gak baca buku fantasi aku memutuskan untuk menjatuhkan pilihanku ke buku ini. Aku cukup sering sih dengar trilogi Shadow and Bone dan juga duologi Six of Crows dan juga tahu kalau universe di kedua seri itu saling terhubung. Dan akhirnya gimana aku bisa tahu tentang buku ini? Jadi awalnya ada teman aku di goodreads yang ngereview buku ini dan kukira ini adalah novel lain dari Leigh Bardugo, ketika aku cari tahu ternyata ini semacam novela atau cerita penunjang dari trilogi Shadow and Bone itu dan akhirnya aku coba baca. Singkatnya buku ini bercerita tentang seorang lelaki bernama Eryk yang terbangun setelah ia mendapatkan serangan dari kaum luar. Nanti di sini akan ada adegan action dengan kekuatan gitu dan so far aku sangat menikmati unsur magic di dalam sini. Karena buku ini tipis jadi aku gak bisa kasih tahu terlalu banyak ya. Dan untuk ratingnya aku mau kasih rating 4 dari 5 bintang.
The Witch of Duva - Leigh Bardugo

Setelah membaca The Demon in the Wood akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan ke cerita ini. Di Goodreads disebutkan bahwa ini adalah lanjutan dari novella tadi yang setelah kubaca rasa-rasanya sih ceritanya bisa dibaca terpisah ya. Tokoh serta konflik utama di dalam sini juga sangat berbeda dengan novela sebelumnya. Di sini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Nadya yang ia merasa ibu tirinya adalah orang yang jahat bagi keluarganya. Ayahnya merasa ibu tirinya adalah orang yang baik namun tidak bagi Nadya. Suatu hari Nadya disuruh oleh ibu tirinya untuk pergi ke hutan untuk mencari kelinci, yang mana itu sebenarnya sangat dilarang oleh ayahnya untuknya pergi ke hutan sendirian. Sampai di satu titik Nadya semacam nyasar ke rumah penyihir yang dirumorkan menjadi penyebab hilangnya gadis-gadis di sana. Kalau menurutku narasinya di sini lebih bersifat kayak tale tapi aku gak merasakan masalah dengan itu. Di sini unsur yang paling menonjol adalah magical realism dan aku suka dengan hal itu. Untuk ratingnya aku sama mau kasih 4 dari 5 bintang.
Heartbreak Formula - Mpur Chan

Selanjutnya adalah buku yang ditulis oleh penulis Indonesia yang mengangkat tema mental health dengan bumbu sci-fi. Singkatnya novel ini bercerita seorang gadis bernama Summer yang menabrakkan dirinya pada mobil di suatu hari. Ketika ia dibawa ke rumah sakit, salah satu dokter di sana menghimbaunya bahwa ada satu metode yang dilakukan oleh penelitiannya untuk menghapuskan masa buruknya, yaitu dengan menggunakan Formula Olvidelo. Summer merasa itu adalah hal yang ia butuhkan saat ini, untuk menghapus ingatan buruk yang selalu menghantuinya. Namun Summer bimbang dan tak menyadari bahwa formula tersebut bisa saja bertolak belakang dengan apa yang selama ini ia yakini. Aku suka dengan premis ceritanya yang cukup memikat dan juga gaya penulisan yang unik yang ngebuat seolah-olah novel ini adalah novel terjemahan. Belum lagi ada percikan dunia seni yang ngebikin novel ini jadi kucup dan juga deskripsi tempat di sini yang bener-bener aku enjoy abis. Untuk review lengkapnya kamu bisa cek di blog yang
Review Novel Heartbreak Formula ya. Dan untuk ratingnya aku mau kasih rating 4,2 dari 5 bintang.
Quiet Girl in a Noisy World: An Introvert's Story - Debbie TungSelanjutnya yang kubaca adalah graphic novel. Di sini berisikan tentang kehidupan orang introvert yang harus beradaptasi dengan dunia orang-orang extrovert. Buku ini aku tahu dari kak Aya dan setelah kak Aya ngebahas buku ini aku memutuskan untuk membaca dan aku suka banget. Buku ini seolah jadi penggambaranku di dunia nyata, yang kadang malu ketemu orang, gak suka ditelepon, dan selalu nyaman berada di rumah hanya dengan membaca buku dan menikmati musik. Di sini cukup banyak adegan yang bikin aku ketawa ngakak dan merasa relatable. Ilustrasinya simple dan bahasa Inggrisnya sangat mudah untuk ditangkap, kalau menurut aku. Karena aku suka banget jadinya aku mau kasih 4,5 dari 5 bintang.
The Shape of Ideas - Grant Snider
Selanjutnya masih mengenai graphic novel dan kali ini bertemakan tentang kreativitas dan ide. Di sini penulis akan menjabarkan bagaimana ide-ide itu sangat penting untuk kita improve melalui ilustrasinya yang unik, simple, dan berwarna. Berbeda dengan graphic novel yang sebelumnya di sini full-color dan bener-bener eye catching. Aku suka dengan pemilihan komposisi warnanya di sini dan suka dengan message yang disampaikan oleh penulis. Di beberapa bagian aku bisa merasa merenung sampai ketawa ngakak. Pokoknya di sini seolah ngebawain konsep yang unik dan fresh kalau menurut aku. Dan untuk ratingnya aku mau kasih rating 4 dari 5 bintang.
Diary of a Rich Kid: Road Trip - Malcolm Mejin Buku selanjutnya adalah buku lanjutan atau buku kedua dari serial Diary of a Rich Kid yaitu Road Trip yang ditulis oleh Malcolm Mejin. Jadi buku ini sama, juga
bercerita tentang Robin dengan sahabat-sahabatnya yaitu Charlie dan Ken. Suatu hari ayah Robin mengusulkan untuk Robin dan juga beberapa temannya untuk melihat keindahan kota Kuching yang mungkin belum mereka ketahui. Robin, Charlie dan juga Ken tentu saja setuju dengan hal itu dan dari situlah sebuah perjalanan dan hiburan mereka bermula. Di sini pokoknya seru banget dan seolah-olah tuh aku bisa ikut berada di liburan mereka semua itu. Di buku kedua ini lebih menonjol mengenai deskripsi mengenai tempat-tempat eksotis dan beberapa makanan yang bikin aku jadi pengin cobain, yang berbeda dengan buku pertamanya yang cenderung lebih banyak menampilkan narasi kehidupan orang-orang kaya yang surprisingly membuatku lebih suka buku kedua ini daripada buku pertamanya sih. Untuk review lengkapnya kamu bisa cek di blog yang
Review Buku Diary of a Rich Kid: Road Trip ya. Dan untuk ratingnya aku mau kasih rating 4 dari 5 bintang.
Animal Farm - George Orwell

Buku terakhir yang kubaca adalah Animal Farm yang ditulis oleh George Orwell. Ini adalah buku Orwell pertama yang kubaca dan setelah membacanya meninggalkan kesan yang, hhhh. Oke-oke akan aku jelasin di sini. Singkatnya buku ini bercerita tentang sebuah salah satu peternakan di sebuah desa yang mana tampak biasa-biasa saja. Sampai suatu ketika salah satu dari mereka menceritakan mimpi yang dialaminya dan meramalkan akan terjadinya Pemberontakan yang akan menyebabkan ras manusia punah dan peternakan itu akan menjadi milik hewan-hewan seutuhnya. Tak lama setelah itu ternyata Pemberontakan benar-benar terjadi dan menimbulkan konflik serta kekacauan di peternakan itu. Setelah terjadinya Pemberontakan itu, hal-hal tak terduga mulai bermunculan dan lama-kelamaan sifat kepemimpinan dalam peternakan itu mulai melenceng dari apa yang telah diaturkan sebelumnya. Dari penjelasanku barusan kamu bisa tahu ya kalau buku ini menyinggung masalah politik dan juga demokrasi. Cuma sejujur-jujurnya emang aku gak ngerti ya tentang dunia politik atau semacamnya itu dan membaca buku ini tuh, aku cukup dibuat terombang-ambing lah intinya. Meskipun bisa kubilang bagian awal-awalnya itu cukup menampar tapi entah kenapa semakin ke belakang yang kurasakan hanyalah kegelisahanku aja gitu. Untuk review lengkapnya kamu bisa cek di blog yang
Review Buku Animal Farm ya. Dan untuk ratingnya dengan sedih aku mau kasih 3,5 dari 5 bintang karena mengingat beberapa teman-teman yang sudah baca buku ini ngasih bintang cukup bagus bahkan sempurna.
Oke itu tadi adalah buku-buku yang sudah aku baca di bulan Agustus. Aku gak nyangka sekali lagi bahwa di bulan ini aku bisa cukup produktif dengan membaca banyak buku. Aku sih berharap ya baca banyak buku ini akan terus bertahan sampai seterusnya. Gimana dengan kamu sudah baca berapa buku di bulan ini dan buku apa yang ratingnya paling tinggi, bisa tulis di kolom komentar di bawah. Terima kasih buat yang sudah baca sampai sini dan sampai ketemu di blog selanjutnya!
Comments
Post a Comment