Halo semuanya jadi di blog kali ini sesuai dengan judul, aku mau bikin April wrap up jadi buku-buku apa saja sih yang sudah aku baca di bulan April 2021 ini. Tapi ternyata jumlahnya lebih sedikit, huhuhu. Tapi perlu diingat ya jumla sedikit bukan berarti buruk. Lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali, setuju?
Aku mau cerita sedikit jadi memang di awal April saja aku sudah dibombardir oleh kesibukan serta deadline yang harus aku selesaikan. Belum lagi dengan beberapa fokus yang aku bener-bener fokus selama seminggu pertama di bulan April yang bikin mood bacaku sempat down dan kena reading slump gitu deh, hehehe.
Oke sekian dulu intermezzo-nya langsung saja kita intip apa aja sih buku-buku yang sudah kubaca.
Rodrick Yang Semena-mena - Jeff Kinney

Ini adalah buku kedua dari serial Diary si Bocah Tengil, lalu kenapa aku mulai baca dari buku pertamanya karena ini aku pinjam dari saudara. Gak mungkin kan aku minta buku pertamanya, jadi aku baca seadanya saja hahaha. Dan waktu itu aku bertekad kalau ceritanya menarik aku akan mempertimbangkan untuk memulainya dari buku pertama. Tapi setelah baca, hhhhh. Oke oke aku jelasin. Jadi buku ini bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Greg Heffley yang lagi liburan musim panas gitu. Dia berpikir liburan musim panasnya tahun ini akan tenang dan damai, tapi dia salah. Karena ia harus berkonsekuensi dengan satu rahasia terbesarnya yang disimpannya sejak liburan musim panas lalu. Siapa sih yang nantinya akan menyebarkannya dan rahasia apa sih, kamu bisa baca sendiri di bukunya ya. Secara bahasa ini enak banget, ringan dan bikin page turnet. Tapi entah kenapa aku udah kehilangan lost interest di halaman 100 awal. Ceritanya tuh mulai gak seru menurut aku dan terkesan dipaksakan. Belum lagi tokoh-tokoh di sini 80% bisa aku bilang menyebalkan. Terutama ibunya Greg itu sendiri yang, bikin pengen tutup bukunya. Tapi aku tidak menyerah sampai halaman terakhir sambil mengharapkan suatu keajaiban. Tapi nyatanya ya tokoh ibunya Greg gak ada perubahan dan masih nyebelin aja gitu. Atas beberapa hal yang udah aku sebutin di atas akhirnya aku cuma bisa kasih rating 3 dari 5 bintang buat buku ini.
Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela - Tetsuko Kuroyanagi
Selanjutnya aku baca buku ini. Kalau aku bilang sih buku ini lebih ke klasik atau sastra Jepang gitu. Untuk review lengkapnya kalian bisa cek di blog sebelumnya yang
Review Novel Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela ya. Secara singkatnya ini bercerita tentang seorang anak perempuan kelas 1 SD yang dipindahkan ke sekolah baru bernama Tomoe. Di Tomoe ternyata dia tidak akan menyangka bahwa awal dari bersekolah di sana berhasil membuatnya menjadi pribadi yang tangguh di kemudian hari. Novel ini bener-bener heartwarming dan meaningful banget. Dan nggak ketinggalan meninggalkan kesan yang mendalam buat aku. Sayangnya aku kurang suka dengan narasi dan alurnya sampai-sampai aku aja perlu waktu kurang lebih 10 harian untuk menyelesaikan novel ini. Dan aku kasih rating novel ini 4 dari 5 bintang.
Friend Zone - Vanesa Marcella
Selanjutnya adalah novel wattpad yang bergenre romance. Aku pikir-pikir udah lama gak baca romance akhirnya aku pilih aja novel ini. Review lengkapnya bisa kamu cek di blog sebelumnya yang
Review Novel Friend Zone ya. Dan seperti yang kalian tahu aku tuh emang kurang suka dan nyaman dengan genre romance. Tapi kenapa aku tetep baca simply karena bahasanya ringan banget dan gak perlu mikir berat. Emang sih enak banget diikutin tapi meurut aku genre romance wattpad tuh agak overreact menurut aku sih karena pakai embel-embel kata "baper" gitu. Padahal sih mah urusan percintaan gak segitu gampangnya deh. Dan itu juga yang bikin aku agak down karena ending di hampir semua novel wattpad kayaknya sama semua yang mengerucut ke nasib para tokoh utama yang kalian juga tau mereka akan berstatus apa. Atas beberapa dasar petimbangan aku kasih rating 3 dari 5 bintang buat novel ini.
Di Mana Allah Dalam Dunia Dengan Virus Corona? - John C. Lennox
Nah ini adalah buku terakhir yang kubaca. Ini buku nonfiksi yang membahas beberapa bahasan ilmiah serta religi di dalamnya, yang kayaknya dari judul aja sudah kelihatan ya. Aku suka dengan bagaimana penulis menyampaikan kedua unsur tersebut dengan lancar dan cukup memperluas sudut pandangku mengenai topik yang diangkat. Di bagian awal saat membaca aku seketika jadi flashback gitu di awal-awal kita mengalami pandemi. Nanti semakin ke belakang bobotnya makin berat gitu deh dan cukup banyak bahasa ilmiah di dalam sini serta mengambil beberapa kutipan dari kitab-kitab. Yang aku keluhkan di sini sebenarnya sepele aja sih, yaitu kata terjemahan yang digunakan dalam kata "God" itu sendiri. Aku gak bisa terlalu mengekspresikan unek-unekku karena aku takut salah ngomong, jadi aku rasa cuma itu aja. Dan aku kasih buku ini rating 3,5 dari 5 bintang
Oke, itu tadi buku-buku yang sudah aku baca di bulan April 2021. Jumlahnya memang sedikit dan keempatnya jujur meninggalkan kesan yang agak gimana gitu, baik itu tokohnya nyebelin la, alurnya lama banget, genre yang gak aku suka, sampai buku yang bisanya cuma buat aku mengerutkan kening. Oke aku harus tahan emosi untuk bulan April ini dan aku cuma bisa berharap semoga bacaanku di bulan selanjutnya jauh lebih baik dan jumlahnya meningkat.
Terima kasih buat kalian yang udah baca sampai sini. Kalian bisa request untuk next blog nya kontennya apa lagi ya. Sampai ketemu di blog selanjutnya.
Comments
Post a Comment